Mengenal Hipnoterapi


Hipnoterapi di Bandung

Hipnoterapi dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri adalah bagian dari Psikoterapi.

Hipnoterapi adalah salah satu pilihan psikoterapi selain dengan terapi kognitif dan perilaku, terapi interpersonal, psikoanalisis, terapi kelompok dan macam-macam lainnya.

Hipnoterapi tidak selalu dilakukan untuk setiap orang, namun dilakukan jika pada pemeriksaan dengan menggunakan wawancara psikiatrik ditemukan bahwa pasien atau klien ini cocok dengan penggunaan hipnoterapi.

Orang yang melakukan hipnoterapi pun sepatutnya menguasai teknik-teknik psikoterapi dasar, ilmu diagnosis gangguan jiwa,ilmu perilaku manusia dan kesehatan jiwa.

Hal ini agar hipnoterapi yang dilakukan bukanlah hanya sekedar merelaksasikan pikiran atau menambah input-input positif tanpa tahu dasar diagnosis klien.

Satu hal yang perlu diingat dan ini yang sering disalahpahami adalah bahwa hipnoterapi bukanlah cara super cepat untuk melepaskan diri dari masalah di pikiran kita.

Hypnotherapy bukanlah cara instan yang bisa menjawab semua keadaan yang dialami oleh pikiran orang yang mengalami masalah. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.

Menurut Kapplan, Saddock, dan Grebb dalam buku “Sinopsis Psikiatri Jilid II” hal 383 tentang Psikoterapi, Hipnoterapi merupakan salah satu bentuk Psikoterapi, disamping:

> Psikoanalisis dan Psikoterapi Psikoanalitik

> Psikoterapi Singkat dan Intervensi Krisis

> Psikoterapi Individual dan Kelompok

> Terapi Marital dan Keluarga

> Terapi Biofeedback

> Terapi perilaku

> Dan Terapi Kognitif

Hipnoterapi sudah ada sejak lama, namun hipnoterapi modern pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Franz Anton Mesmer (1734-1815).

Dokter asal Austria itu yang memperkenalkan mesmerisme atau metode penggunaan energi elektromagnetik manusia yang bisa ditransfer kepada orang lain atau untuk diri sendiri. Dari namanya, muncul istilah mesmeric sleep atau somnambulism, keadaan seseorang dibuat seperti  tertidur tetapi tetap bisa diajak bicara, yang menjadi cikal bakal hypnosis.

Konsep dan langkah Mesmer disempurnakan oleh Dr. James Braid, dokter bedah asal Skotlandia, pada 1843. Dia juga yang mempopulerkan istilah hypnosis / hipnosis / hipnotisme.

Dr. James Braid mengembangkan temuan Mesmer dengan membaginya menjadi dua cabang: magnetisme dan hipnotisme. Braid menggunakan sugesti verbal untuk terapi penyembuhan.

Pada tahun 1955 : The British Medical Association mengakui hypnosis sebagai salah satu terapi medis yang sah.

Pada tahun 1958 : Hypnosis diakui oleh The American Medical Association.

Pada tahun 1960 :The American Psychological Association mengakui hipnoterapi sebagai salah satu cabang ilmu psikologi.

Hipnoterapi merupakan salah satu bentuk psikoterapi dalam dunia psikiatri. Namun demikian, hipnoterapi juga bisa digunakan pada gangguan non psikiatrik.

Hipnoterapi dapat digabungkan dengan jenis pengobatan lainnya (medis maupun alternatif). Hipnoterapi banyak digunakan oleh psikiater, dokter, psikolog, maupun paramedis.

Seorang hypnotherapist / hipnoterapis adalah orang yang tidak mempunyai latar belakang medis, tetapi sengaja memperdalam ilmu (science), pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan serta seni (art) yang terdapat di dalam hypnotherapy / hipnoterapi secara baik dan benar.

Hipnoterapi Menurut Konsil Kedokteran Indonesia:

Hipnoterapi adalah suatu bentuk terapi dengan memberdayakan tenaga pikiran bawah sadar, dengan terlebih dulu mengistirahatkan pikiran sadar klien.

Dokter, menggunakan hipnoterapi berdasarkan Standar Kompetensi Dokter dari Konsil Kedokteran Indonesia (Indonesian Medical Council) dalam rangka terapi kedokteran sebagai salah satu layanan Hipnosis Kedokteran, yaitu Hipnosis Kedokteran Kuratif (Early diagnosis and promt treatment); disamping Hipnosis Kedokteran Promotif (Health promotion), Hipnosis Kedokteran Preventif (Prevention of Diseases) serta Hipnosis Kedokteran Habilitatif (Habilitative Medical Hypnosis) untuk kasus retardasi dan Hipnosis Kedokteran Rehabilitatif (Rehabilitative Medical Hypnosis) untuk kasus regresi.

Paramedik, menggunakan hipnoterapi dibawah pengawasan dokter.

Psikiater, menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu bentuk dari Psikoterapi, disamping Somaterapi (farmakoterapi dan fisioterapi seperti ECT / listrik. light therapy / sinar) dan Sosioterapi (WHO: bio-psiko-sosial), dengan Tingkat Kemapuan (Level of Expected Ability) 1 – 4 (knows – does).

Psikoloog, menggunakan hipnoterapi sebagai salah satu bentuk psikoterapi, dalam rangka Hipnosis Klinik Kuratif, disamping Hipnosis Klinik Promotif, Hipnosis Klinik Preventif, Hipnosis Klinik Habilitatif dan Hipnosis Klinik Rehabilitatif. Juga, penggunaan hipnosis untuk bidang psikologi lainnya, seperti pendidikan, penelitian, manajemen, peningkatan sumber daya manusia, dsb.

Hipnoterapis, adalah seseorang yang khusus mempelajari hipnoterapi, menggunakan hipnoterapi sebagai satu-satunya bentuk terapi; sehingga disamping menguasai ilmu pengetahuan dan seni ketrampilannya (knowledge and skills, science and art, teori dan praktek), juga perlu mengetahui benar, tujuh hal berikut ini:

1. Alasan penggunaaan hipnoterapi (Indications)

2. Pencegahan penggunaan hipnoterapi untuk kasus tertentu (Precautions)

3. Pantangan penggunaan hipnoterapi (Contra Indications)

4. Efek Samping yang dapat timbul pada hipnoterapi (Side Effects)

5. Penanggulangan efek samping dari hipnoterapi (Side Effects Management)

6. Bahaya yang mungkin timbul pada penggunaan hipnoterapi (Dangers of hypnotherapy)

7. Aspek Hukum dan Etika dari hipnoterapi (Legal and ethical aspects of hypnotherapy).

Saat ini banyak orang yang belum mengenal hipnoterapi secara benar sehingga enggan menjalaninya, masih banyak miskonsepsi terhadap hipnoterapi.

Hal ini dikarenakan masyarakat menganggap hipnoterapi sama dengan stage hypnosis yaitu penggunaan hypnosis untuk hiburan / entertainment, padahal hipnoterapi dan hipnosis untuk hiburan adalah dua hal yang sangat berbeda.

Hipnosis secara perlahan telah menunjukkan keberadaannya seiring dengan semakin meningkatnya penerimaan pada dunia medis.

Hipnosis banyak digunakan dibidang seperti pengobatan dan olahraga untuk mengubah mekanisme otak manusia dalam menginterprestasikan pengalaman dan menghasilkan perubahan pada persepsi dan tingkah laku.

Aplikasi hypnosis untuk tujuan perbaikan (therapeutic) dikenal sebagai hypnotherapy.

Hipnotherapi telah terbukti memiliki beragam kegunaan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkenaan dengan emosi dan perilaku.

Bahkan beberapa kasus medis serius seperti kanker dan serangan jantung, hipnotherapi mempercepat pemulihan kondisi seorang penderita.

Hal ini sangat dimungkinkan karena hipnotherapi diarahkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memprogram ulang penyikapan individu terhadap gangguan  yang dideritanya.

Bandung Hypnotherapy

 

NGH

Association of Professional Hypnosis and Psychotherapy

Iklan